cs.solit@gmail.com
Showing posts with label php. Show all posts
Showing posts with label php. Show all posts

Tuesday, December 3, 2013

Deteksi browser PC dan Mobile menggunakan PHP


Terkadang kita membutuhkan informasi di perangkat apa halaman web kita dibuka, apakah di browser pada komputer atau di browser pada handphone. Tentunya kedua perangkat tersebut membutuhkan penanggulangan yang berbeda dalam menampilkan halaman web.

Untuk mendeteksi browser apa yang dipakai, bisa menggunakan fungsi $_SERVER['HTTP_USER_AGENT'] pada PHP. Secara otomatis fungsi tersebut akan memberikan informasi yang akurat bagi kita.

<?php
      echo $_SERVER['HTTP_USER_AGENT'];
?>

Coba kita buat script sederhana seperti diatas dan simpan dalam file contoh1.php. Lalu buka file contoh1.php tersebut dengan menggunakan browser google chrome. Apa yang terjadi?  Maka akan didapat informasi tentang browser yang kita gunakan contohnya : Mozilla/5.0 (Windows NT 6.0) AppleWebKit/537.36 (KHTML, like Gecko) Chrome/31.0.1650.57 Safari/537.36

Untuk lebih menyederhanakan pencarian browser atau perangkat apa yang kita gunakan, kita bisa menggunakan fungsi yang bisa mencari suatu kata yang kita cari pada suatu subjek string, apabila ada yang cocok maka kata tersebut akan disimpan dalam variabel. Fungsi tersebut adalah fungsi preg_match(string pattern, string subject, match)

contohnya : 

Mencari kata chrome pada $_SERVER['HTTP_USER_AGENT']

<?php
if (preg_match('/(chrome)/i', $_SERVER['HTTP_USER_AGENT'], $version))
    echo $version[1];
?>

Apabila script diatas di buka di browser google chrome maka akan menghasilkan informasi 'chrome'

Mencari kata firefox pada $_SERVER['HTTP_USER_AGENT']
<?php
if (preg_match('/(firefox)/i', $_SERVER['HTTP_USER_AGENT'], $version))\
      echo $version[1];
?>
Apabila script diatas di buka di browser firefox  maka akan menghasilkan informasi 'firefox '

atau kita juga bisa menggabungkan string pattern yang ada dengan tanda |

<?php
if (preg_match('/(chrome|firefox)/i', $_SERVER['HTTP_USER_AGENT'], $version))\
      echo $version[1];
?>
Script diatas bila dibuka di browser firefox atau chrome maka akan menghasilkan informasi browser masing-masing.

Bagaimana dengan browser pada Android, Iphone, Blackberry dan lain-lain?? Tentu saja bisa kita tinggal menambah String Pattern yang dibutuhkan. Berikut contoh yang lebih banyak dalam mendeteksi browser dan perangkat:

<?php
if (preg_match('/(chrome|firefox|avantgo|blackberry|android|blazer|elaine|hiptop|iphone|ipod|kindle|midp|mmp|mobile|o2|opera mini|palm|palm os|pda|plucker|pocket|psp|smartphone|symbian|treo|up.browser|up.link|vodafone|wap|windows ce; iemobile|windows ce; ppc;|windows ce; smartphone;|xiino)/i', $_SERVER['HTTP_USER_AGENT'], $version)) 

echo $version[1];

?>

Silakan dicoba pada perangkat Android, Iphone dan lainnya. Mudah-mudahan bisa mencerahkan dan menambah wawasan dalam belajar membikin website kali ini.




3 comments

Friday, November 29, 2013

Fungsi empty() dan trim() pada PHP

Fungsi empty() merupakan fungsi yang digunakan untuk untuk mengecek data atau variabel yang kosong. Fungsi ini sangat bermanfaat untuk mengecek dan mencegah inputan kosong. Hal yang harus diperhatikan adalah apabila isi variabel berupa spasi, spasi dianggap sebagai satu karakter. Untuk menghilangkan spasi pada variabel bisa menggunakan fungsi trim().

Berikut contoh penggunaan fungsi empty dan fungsi trim:

Contoh 1
//---------------------------------------------
$nama='';

if(empty($nama))
     echo 'variabel kosong';
else
     echo 'variabel berisi data';

   //hasilnya :  'variabel kosong';
//----------------------------------------------------

Contoh 2
//-----------------------------------------------------------
$nama=' ';
if(empty($nama))
     echo 'variabel kosong';
else
     echo 'variabel berisi data';

//hasilnya :  'variabel berisi data';
//-----------------------------------------------------------

Contoh 3
//-----------------------------------------------------------
$nama=' ';
$nama=trim($nama);
if(empty($nama))
     echo 'variabel kosong';
else
     echo 'variabel berisi data';

//hasilnya :  'variabel kosong';
//----------------------------------------------------

Semoga fungsi ini bisa bermanfaat dalam membikin webiste dengan menggunakan PHP.
2 comments

Saturday, November 16, 2013

Operasi Array - PHP

Kali ini kita akan membahas operasi pada Array, hal ini sangat penting dalam pembuatan website atau sistem informasi berbasis web dengan menggunakan PHP.

Array merupakan tipe data terstruktur yang menyimpan banyak data dengan suatu nama yang sama dan tipe data yang sama serta menempati tempat di memori secara berurutan.

Contoh Array pada PHP:
$arr= array('PHP','ASP,'JAVA');

Teknik yang sering digunakan untuk mendapatkan element-element array yaitu dengan menggunakan looping. Untuk menggunakan looping diperlukan teknik-teknik yang benar supaya operasi looping berjalan dengan lebih efisien. Berikut ini merupakan perbandingan teknik yang kurang efisien dan yang lebih efisien.

// contoh kurang efisien
for ($i=0;$i<count($arr);$i++)
{
    echo $arr[$i].'<br/>';
}

Contoh diatas memang menghasilkan hasil yang diharapkan namun setiap melakukan tahap demi tahap pada looping, kode selalu akan mencari jumlah elemen array ( count($arr)  ) terlebih dahulu. Hal ini akan sangat memboroskan sumber daya. Cara yang lebih efisien yaitu dengan mencari jumlah array terlebih dahulu.

// contoh yang lebih efiisien
$n=count($arr);

for ($i=0;$i<$n;$i++)
{
    echo $arr[$i].'<br/>';
}

Sedangkan untuk kasus array yang menggunakan key string atau nilai key-nya tidak sekuensial dapat menggunakan solusi foreach, contohnya:

$arr=array('PHP' => 'Bahahas PHP',
                 'JAVA' => 'Bahasa JAVA');

foreach($arr as $key => $val)
{
   echo 'Key: '.$key.' value: '.$val.'<br>';
}
No comments

Tanda kutip pada string - PHP

Halo rekan-rekan semua kali ini kita akan membahas tanda kutip pada PHP.
Pada PHP semua string harus diawali dan diakhiri dengan tanda kutip yang sama baik tanda kutip tunggal maupun ganda. Apabila suatu string diapit oleh tanda kutip yang berbeda, parser PHP tidak akan menguraikan string tersebut.
Perbedaan penggunaan tanda kutip tunggal dan ganda terletak pada fitur yang disediakan. Tanda kutip ganda mengijinkan penggunaan karakter-karakter khusus, seperti \n, \t, dan \r, sedangkan tanda kutip tinggal tidak mengijinkan penggunaan karakter khusus seperti itu. Selain itu tanda kutip ganda menawarkan cara yang lebih mudah dalam menggunakan variabel dalam string.

$nama='Ani';

echo "Nama saya $nama"; // hasilnya : Nama saya Ani
echo 'Nama saya $nama'; // hasilnya : Nama saya $nama

String dengan tanda kutip tunggal dan ganda akan ditangani secara berbeda oleh PHP. String dengan tanda kutip tunggal akan berjalan lebih cepat daripada string dengan tanda kutip ganda karena string dengan tanda kutip ganda akan diinterpretasikan dahulu sedangkan string dengan tanda kutip tunggal langsung diperlakukan sebagai string.

Nah semoga pembahasan kali ini dapat berguna bagi rekan rekan yang lagi belajar membikin website dengan menggunakan PHP.
2 comments

Thursday, November 14, 2013

Koneksi PHP dengan Database

Pada bagian ini kita akan membahas penerapan PHP dengan database sederhana. Database yang kita gunakan kali ini adalah MySQL yang merupakan database yang sangat populer dikalangan penggemar IT.
Pada bagian satu kita telah menginstall perangkat lunak Xampp, nah pada tool tersebut defaultnya telah terinstall database MySQL.


Untuk menggunakan MySQL kita tinggal membuka browser yang selalu kita gunakan lalu pada adrress bar ketik localhost, setelah itu pada bagian Tools pilih phpMyAdmin maka akan muncul halaman MySQL Home manager.

    

  
    










Xampp Home













MySQL Home

Jika sudah muncul seperti gambar diatas kita tinggal buat database baru caranya lihat tulisan Create new database pada gambar diatas, nah lalu kita ketik nama database nya misalnya dbtes lalu click tombol create.


Nah database dbtes sudah dibuat mari kita lanjutkan dengan membuat table dengan nama siswa, pada Create new table on database dbtes ketik siswa number of fields 2 lalu click Go. 



Setelah muncul seperti gambar diatas kita tinggal mengisi nama field yang dikehendaki seperti contoh diatas terdiri dari field id dan nama. Coba isi komponen komponenya seperti diatas lalu click Save. Maka tabel siswa akan dibentuk dan siap digunakan.

Nah tahap selanjutnya adalah menggunakan database yang sudah kita buat dengan script PHP. Mari kita mulai saja.
Untuk koneksi PHP ke database MySQL kita memerlukan fungsi PHP yang digunakan untuk koneksi ke MySQL dengan fungsi: $conn=mysql_connect(host,user,password);.
Untuk memilih database menggunakan fungsi: mysql_select_db(namadatabase,[koneksi]);.
Sedangkan untuk query menggunakan fungsi: $qry=mysql_query(perintah querynya);.
Untuk mengambil record menggunakan fungsi: $row=mysql_fetch_array($qry);
Contoh:
<?php
     $conn=mysql_connect('localhost','root','');
     mysql_select_db(dbtes,$conn);

     $qry=mysql_query("insert into siswa(nama) values('Andi')"); //--mengisi tabel siswa
          
     //-----menampilkan isi tabel siswa 
     $qry=mysql_query("select * from siswa"); 
     while($row=mysql_fetch_array($qry))
     {

           echo $row['nama'];
     }
    
?>
Hasilnya: Andi

Contoh diatas melakukan dua query yang pertama mengisi tabel siswa yang kedua menampilkannya.
Koneksi PHP dengan database ini merupakan hal penting dalam membikin website dan wajib untuk dipahami serta dipelajari lebih mendalam. 

Selamat belajar!

1 comment

Struktur Kontrol PHP


Pada kali ini kita akan membahas struktur kontrol yang sering digunakan dalam proses pemograman PHP.

Marilah kita mulai pembelajaran ini dengan mengenal satu persatu struktur kontrol tersebut.
1. If ... Else
Struktur ini digunakan untuk mengambil sebuah keputusan suatu kondisi yang ditemui. Contoh jika suatu variabel $a bernila > 10 maka tampilkan text 'lebih dari sepuluh' selain itu tampilkan text 'lebih kecil atau sama dengan 10'. 


Mari kita tulis scriptnya.
<?php
         $a=11;
         If ($a>10)
              echo 'lebih dari sepuluh';
         else
              echo 'lebih kecil atau sama dengan 10';
?>
Hasilnya: 'lebih dari sepuluh'
2. Switch
Struktur Switch digunakan sebagai pengganti If ... Else terutama jika pilihan yang digunakan banyak. Contohnya:
<?php
     $a=4;
     switch($a)
     {
                 case 0: echo 'sama dengan 0'; break;
                 case 1: echo 'sama dengan 1'; break;
                 case 2: echo 'sama dengan 2'; break;
                 default: echo '$a bukan 0, 1, atau 2';
     }
?>
Hasilnya: '4 bukan 0, 1, atau 2'
3. While
While digunakan untuk mengulang suatu pernyataan selama kondisi terpenuhi. Contohnya:
<?php
     $i=1;
     while($i<=10)
     {
         echo $i;
         $i=$i+1;
     }
?>
Hasilnya: 12345678910
4. For
Struktur For digunakan untuk melakukan perulangan dengan batas-batas yang ditentukan. Contohnya:
<?php
    for ($i=0;$i<=5;$i++)
    {
          echo $i;
     }
?>
Hasilnya: 012345
5. Foreach
Struktur foreach digunakan untuk melakukan perulangan pada komponen Array. Sebelumnya kita harus mengenal terlebih dahulu apa itu Array.
Array adalah sekumpulan variabel. Contoh Array:    $arr=array('PHP','Java','ASP');
Maka variabel $arr mengandung beberapa nilai yang dibedakan oleh indek: $arr[0] berisi nilai PHP, $arr[1] berisi nilai Java, dan $arr[2] berisi nilai ASP.
Mari kita tampilkan dengan menggunakan Foreach.
<?php
     $arr=array('PHP','Java','ASP');
     foreach($arr as $nilai)
     {
            echo $nilai;
     }
?>
Hasilnya: PHPJavaAsp

Demikian pembahasan singkat mengenai struktur kontrol yang digunakan pada PHP. Pembahasan ini wajib dipahami oleh seorang programmer terutama dalam membikin website dinamis.
No comments

Mulai Script PHP Sederhana


Sebelum melangkah lebih jauh dalam mempelajari PHP, sebaiknya kamu sudah mempersiapkan tool apa saja yang dibutuhkan dalam menjalankan PHP.

Berikut tool yang dibutuhkan untuk menjalankan PHP:

  1. Xampp: Perangkat lunak bebas, yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program. Xampp sendiri mengandung berbagai perangkat lunak yang bisa digunakan untuk menjalankan PHP. 
  2. Editor PHP: Program editor yang digunakan untuk menulis script PHP biasanya bisa memakai editor sederhana seperti notepad atau editor yang lebih lengkap seperti dreamweaver. 
  3. Browser: digunakan untuk mengakses informasi yang disediakan oleh server web. Contohnya Internet explorer, Crome, Mozilla dll.

Dalam Xampp terdapat: 

  • Apache Web Server: Perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP atau HTTPS atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs web dalam layanan ke pengguna dengan menggunakan aplikasi tertentu.
  • PHP: Bahasa skrip yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML. PHP banyak dipakai untuk membikin website dinamis.
  • Database Mysql: Kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

Asumsikan teman-teman sudah mendownload Xampp dan menginstallnya. Tempat folder/root yang digunakan untuk menyimpan script PHP berada di .../xampp/htdocs

Mari mulai menulis script PHP dengan editor notepad atau dreamweaver atau editor lainnya yang bisa digunakan. Penulisan dimulai dengan awal tag <?php   dan ditutup dengan tag ?>  sedangkan untuk menampilkan text atau isi sebuah variabel menggunakan  echo '....';

<?php
        $variabel1='Mari belajar PHP'; //-----variabel berisi text 'Mari balajar PHP'
        echo $variabel1;
?>

Tulis script diatas lalu simpan dengan nama tes.php kadalam folder .../xampp/htdocs/
Buka browser IE / Crome / Mozilla lalu ketik : localhost/tes.php
Pastikan Web server Apache sudah jalan dengan melihat Xampp Control Panel.

Hasil: Mari belajar PHP
No comments

Mengenal PHP

Apa itu PHP? Pasti yang baru belajar dan kenal dengan pemograman tentunya bertanya-tanya tentang PHP.
Baiklah akan kita bahas apa itu PHP.
Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal). Yang pertama kali membuat PHP adalah Rasmus Lerdorf tahun 1995. Pada tahun tersebut PHP masih bernama Form Interpreted (FI) yang wujudnya berupa script yang digunakan untuk mengolah data formulir web.
Pada tahun 1997 dirilislah FI 2.0 yang disertakan modul-modul  ekstensi yang meningkatkan kemampuan FI.
Masih pada tahun 1997 perusahaan bernama zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih cepat dan lebih baik. Baru kemudian tahun 1998 dirilislah PHP 3.0 dan namanya diubah menjadi Hypertext Preprocessing (PHP) yang kita kenal sekarang.
Selanjutnya tahun 1999 perusahaan zend kembali merilis PHP 4.0 yang banyak dipakai untuk membangun aplikasi web yang kompleks. Baru tahun 2004 lah dirilis PHP 5.0 yang lebih baik dari versi sebelumnya dengan memasukan model pemograman berorientasi objek.
PHP dapat disisipkan ke dalam HTML. Kita tidak akan membahas lagi apa itu HTML, tapi jika belum tau apa itu HTML silakan baca artikel yang membahas tentang Mengenal HTML.
PHP merupakan pemograman yang berjalan di sisi server atau biasa disebut server side. Tentunya kamu akan bertanya-tanya apa itu itu server side. Untuk mengetahui apa itu server side silakan melihat artikel sebelumnya yang berjudul Client & Server.
Tujuan dibuatnya PHP yaitu untuk membikin website atau aplikasi berbasis web secara dinamis karena pada PHP lah kita membuat script yang berisi logik seperti sebuah pilihan, perulangan, penetapan nilai variabel dan sebagainya. Dengan PHP pula kita bisa berinteraksi dengan data-data yang disimpan dalam sebuah database. Apa itu database? Kamu bisa mempelajarinya pada artikel yang berjudul Mengenal Database.
Untuk menulis script PHP harus didahului dengan tag <?php  atau <?  Dan ditutup dengan tag ?>
Berikut contoh script PHP sederhana yang berisi logik-logik sederhana:
<?php
                $jumlah=4; //---variabel bernama jumlah dengan nilai 4
                If($jumlah>=3) //---- jika nilai dari variabel jumlah lebih besar atau sama dengan 3 tampilkan text dibawah
                {
                                echo ‘Jumlah lebih besar atau sama dengan 3’;
 }
else //---selain itu tampilkan text dibawah ini
{
                echo ‘jumlah lebih kecil dari 3’;
}

?>

Nah demikian pendahuluan untuk mengenal PHP.
No comments